Ulil Amri: Saya Cuma Beri Keterangan, Tidak Ada Reklamasi di Buloa

Kuasa hukum Jen Tang, Ulil Amri pasca diperiksa di Ruang Penyidik Bidang Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi Negeri Sulawesi Selatan dan Barat, Senin, 27 Agustus 2018. (foto: hardiansyah)

Kuasa hukum Jen Tang, Ulil Amri pasca diperiksa di Ruang Penyidik Bidang Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi Negeri Sulawesi Selatan dan Barat, Senin, 27 Agustus 2018. (foto: hardiansyah).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Kuasa hukum Soedirjo Aliman alias Jen Tang, Ulil Amri serta Janni Surjawidjaja mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Negeri Sulawesi Selatan dan Barat, Senin, 27 Agustus 2018. Kedatangan kedua orang dekat Soedirjo Aliman tersebut, dalam rangka pemeriksaan terkait kasus korupsi lahan negara di Buloa, Makassar.

“Keduanya diperiksa terkait kasus lahan Buloa. Untuk materi penyidikannya, saya tidak bisa bocorkan,” ujar Kasi Penkum Kejati Sulsel, Salahuddin saat ditemui di ruangannya.

Sementara, Ulil Amri sendiri menyebut, bahwa kehadiran dirinya di Kejati Sulsel dalam rangka dimintai keterangan terkait laporan bahwa ada reklamasi di Buloa.

“Jadi saya dimintai keterangan, katanya ada laporan masyarakat bahwa di buloa itu ada reklamasi dan penyewaan lahan negara. Klo ada reklamasi itu tidak benar, karena di sana itu memang ada dasar kita,” ujarnya saat ditemui pasca diperiksa di Ruang Penyidik Bidang Pidana Khusus lantai 5, Kejati Sulsel.

Lebih lanjut, dirinya membantah jika ada reklamasi di Buloa. Dirinya menyebutkan bahwa di Buloa, tidak ada kasus dugaan penyewaan lahan negara.

Padahal, berdasarkan informasi dari salah satu penyidik Pidsus Kejati Sulsel, bahwa keterangan Ulil Amri diperlukan terkait dugaan korupsi sewa lahan negara di Buloa yang menersangkakan kliennya, Jen Tang. Diketahui, Ulil Amri berperan sebagai pembuat dokumen perjanjian sewa-menyewa lahan negara di Buloa, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 500 juta.