Andi Amin: Celoteh Ulil Soal Tidak Ada Reklamasi di Buloa itu Bohong

Andi Amin Halim Tamatappi. (foto: hardiansyah)

Andi Amin Halim Tamatappi. (foto: hardiansyah)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Kuasa Hukum Jen Tang, Ulil Amri yang diperiksa di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan pada Senin, 27 Agustus 2018 lalu, terkait korupsi penyewaan lahan negara di Buloa, Makassar, menyebutkan tidak ada reklamasi di Buloa.

“Jadi saya dimintai keterangan, katanya ada laporan masyarakat bahwa di buloa itu ada reklamasi dan penyewaan lahan negara. Klo ada reklamasi itu tidak benar, karena di sana itu memang ada dasar kita,” ujarnya pasca diperiksa, Senin, 27 Agustus 2018 lalu.

Namun, Kuasa hukum pendamping warga yang melaporkan kasus tersebut, Andi Amin Halim Tamatappi, menyebutkan bahwa Ulil Amri berceloteh. Dirinya membantah keras pernyataan Ulil Amri, bahwa di Buloa tidak ada reklamasi.

“Jadi celoteh Ulil yang menyebut tidak ada reklamasi itu tidak benar, karena dia punya lokasi melebih 11 hektar, yang dia peroleh dari Lukman Hakim cs., meskipun pembeliannya tidak benar. Semnetara Lukman Hakim sendiri bukan pemilik,” jelas Andi Amin Halim Tamatappi, Rabu, 29 Agustus 2018.

Lebih lanjut, Andi Amin menjelaskan bahwa lahan yang ada di Lompo Barabba, Buloa, yang berdasarkan Persil Nomor 2DVV III itu luasnya 11,76 ha atas nama Intje Koemala. Selebihnya itu sudah lahan negara dan dilakukan reklamasi oleh PT Jujur Jaya.

“Karena sessungguhnya, batas tanah yang 11 hektar itu, sebelah barat itu sudah laut,” sambungnya.

Olehnya itu, dirinya menantang pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk melakukan pengukuran untuk membuktikan bahwa memang benar di Buloa ada reklamasi.

“Untuk membuktikan adanya reklamasi, lakukan pengambilan batas dan ukur dan dari hasil pengukuran bisa dilihat 11 hektar itu, selebihnya tanah negara,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pihak Kejati Sulsel telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan asisten I Pemkot Makassar, Sabri, Jayanti, Rusdin yang sudah ditahan, sementara satu tersangka lagi, Jen Tang saat ini masih buron.