Sudah Inkracht, Kuasa Hukum IMB Berharap Jaksa Penuntut Umum Segera Eksekusi Keputusan PN Makassar

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Vonis terhadap terdakwa Melati B.Sombe telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) atas tindak pidana “Perbankan dan Pencucian Uang secara Bersama-sama dan berlanjut”  yang membuat hilangnya dana nasabah Bank BNI Makasar yaitu korban IMB dan H/HTP.

Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan vonis terdakwa MBS dengan 10 (sepuluh) tahun penjara dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 10 miliar, subsider 4 bulan kurungan.

Putusan Pengadilan Negeri Makassar No.1846/Pid.B/2021/PN.Mks tanggal 9 Mei 2022 menyebutkan bahwa Bank BNI Makassar terbukti bersalah dan harus segera melakukan pembayaran ganti rugi atas kerugian materiil yang dialami oleh para korban sebagaimana disebutkan pada halaman 395-396 berbunyi :

“Bank BNI seharusnya bertanggung jawab secara penuh untuk memastikan bahwa uang para nasabah dikembalikan pada keadaan semula sebagaimana yang terdeteksi dalam sistem Bank BNI tabungan/simpanan masing nasabah tersebut yaitu :

1.Nasabah An. Andi Idris Manggabarani sejumlah Rp 45,000,000,000.-

2.Nasabah An. Hendrik serta Heng Pao Tek (ayah dari Hendrik) sejumlah 16,250,000,000.-”

Putusan tersebut kemudain dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Makassar No.330/PID/2022/PT.MKS tertanggal 28 Juli 2022 pada halaman 197 menyebutkan bahwa “Barang Bukti diserahkan kepada Bank BNI Cabang Makassar sebagai bagaian kompensasi pengembalian dana nasabah yang dirugikan atas nama IMB dan H.”

Sebelumnya, melalui kuasa hukum Bank BNI, Ronny L.D Janis mempertanyakan diktum putusan yang menghukum BNI untuk mengganti kerugian nasabah. Namun, Syamsul Kamar,SH selaku kuasa hukum korban IMB meminta pihak BNI membaca dengan teliti putusan PN Makassar.

“Bahwa kami menghimbau kepada pihak Bank BNI dan kuasa hukumnya agar kiranya dapat membaca dan memahami dengan seksama dan lengkap tentang UU perbankan,UU Perseroan Terbatas, KUHPerdata, UU Perlindungan Konsumen, serta peraturan OJK RI No. 6/POJK.07/2002 khususnya pasal 8(1) dan membaca putusan Pengadilan secara utuh dan menyeluruh khususnya lagi pada bagian pertimbangan hukum kaitannnya dengan unsur pasal dakwaan (halaman 395-396).”tegas Syamsul.

Izaac L.D.Lawalata,SH,MH, salah satu tim kuasa hukum korban IMB, menanggapi putusan Inkracht Pengadilan Negeri Makassar itu. Pihaknya menyatakan bahwa putusan inkracht tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap dan berharap agar Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara tersebut untuk segera mengeksekusi keputusan PN Makassar tersebut.

“Dengan adanya putusan inkracht maka putusan Pengadilan Negeri Makassar sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sehingga mempunyai kekuatan untuk dilaksanakan eksekusi sesuai isi putusan tersebut. Pihak korban IMB berharap agar Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara ini untuk segera mengeksekusi keputusan PN Makassar.”ungkap Izaac dalam keterangan tertulisnya yang diterima Djournalist.com, Selasa 2 Agustus 2022.

Adapun langkah lanjutan yang akan tim kuasa hukum korban IMB lakukan setelah keluarnya putusan Inkracht tersebut yaitu meminta semua barang bukti diserahkan kepada Bank BNI Cabang Makassar sebagai bagian dari kompensasi pengembalian dana nasabah yang dirugikan atas nama IMB dan H, dimana pelaksanaan eksekusi akan dilaksanakan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Makassar.